every word, every move, every expression has its own meaning. here I'm noting it.

Wednesday, November 2, 2011

Pernahkah?



Based on song “Terpana” by Yoyo feat Andry.
to listen to the song click this link--> Terpana
it'd be better if you read this story along with listening to the song :)




Pernahkah kau merasakan sesaat ketika dunia serasa berhenti berputar dan waktu meregang, seakan-akan hitungan detik tidak lagi sama dengan hitungan detik yang biasa? Seakan-akan enam puluh detik tidak sama dengan semenit. Seolah-olah semua gerakan di bumi ini berubah menjadi slow motion, menjadikan setiap detil terpeta jelas, membuat semuanya nampak layaknya sebuah gerak tari yang luar biasa indah.   

Pernahkah?

      Itulah yang kurasakan saat ini, saat aku terpaku seperti orang dungu di tepi jalan raya, dengan satu kaki setengah melangkah akan menjejak di atas zebra cross, akibat melihatnya. 
      Seorang gadis.
      Seorang gadis yang begitu... cantik.
      Dia berdiri di seberang sana, dengan mata yang awas memperhatikan kendaraan lalu-lalang. Hanya berdiri, padahal dia hanya berdiri, dan aku terpana di sini, terpaku, membeku bersama aliran waktu. Aku melihat rambut lurusnya yang panjang sepinggang tertiup angin. Aku melihatnya berbisik pada kawannya yang turut berdiri di sisinya, siap akan menyeberang jalan. Kemudian aku melihatnya tersenyum.
      Oh, Tuhan.
      Sungguh, senyumnya menawanku.
      Detik itu juga.
      Segalanya yang terjadi di mataku adalah gerak slow motion yang begitu indah, dan dia adalah pusatnya.
      Apakah yang sedang terjadi padaku?
      Aku hanya merasa... di suatu masa, di suatu waktu... entah kapan, entah di mana, aku mengenalnya.
      Laksana déjà vu.
      Dan aku masih tetap dalam posisi setengah-setengah di pinggir jalan ini, sementara dia sudah berjalan menyeberang menuju ke tempatku. Dia terus berbicara bersama temannya selagi menyeberang jalan, bahkan tertawa-tawa. Dia terus berjalan, hingga sampai di sisi jalan tempatku berada. Dia melewatiku, mungkin bahkan tidak menyadari bahwa ada seorang lelaki idiot yang terdiam di sini, hanya karena dia.
      Gilakah aku merasa seperti ini?
      Ini kali pertama aku melihatnya dan tiba-tiba saja ada perasaan aneh dalam hatiku yang berkata bahwa aku sudah pernah bertemu dengannya. 
      Tidak hari ini. 
      Tidak kemarin. 
      Tidak juga bulan lalu.
      Tidak di masa ini.
      Tidak, tapi di kehidupan yang dulu. 
      Di suatu masa yang lampau.
      Ingin rasanya aku meminta agar waktu berhenti.
      Walau hanya sekejap.
      Walau hanya sesaat.
      Untuk berkenalan dengannya.

      Inikah yang disebut cinta pada pandangan pertama?

      Aku tersadar dari kebekuanku dan menoleh ke belakang, dan dia telah lenyap. Anehnya lagi, atau ajaibnya, aku yakin, hati kecilku yakin, aku akan bertemu lagi dengannya. Aku tidak merasa rugi atau menyesal karena tadi tidak sempat berkenalan dengannya. Ada suatu firasat indah yang berkata padaku bahwa aku pasti akan bertemu dengannya lagi. Segera. Dalam waktu dekat, sangat dekat malah.
      Hatiku terasa begitu girang, seakan-akan aku berhasil menemukan apa yang sudah begitu lama kucari.
      Pernahkah kau merasa begitu?
     
      Ah, Tuhan.
      Pertemukanlah aku dengannya sesegera mungkin.

      Aku jatuh cinta pada pandangan pertama.




Erinda MoniagÓ

October 12, 2011
11.31 PM



2 comments:

  1. sebelum komeng, ane cm bilang kalo ane PERTAMAX!!

    nice story,
    gampang keserap di otak,
    untuk cerita yg dibuat hanya 30menit n harus bertemakan dari sebuah lagu,
    dan hasil seperti ini..
    Amazing bener uii..
    maju teruss om penuliss

    ReplyDelete