every word, every move, every expression has its own meaning. here I'm noting it.

Sunday, November 20, 2011

seminggu lalu

well, hello everyone!
kembali lagi Erinda Moniaga di sini, akhirnya dapat kesempatan juga untuk mem-posting sesuatu dalam blognya :D

Syukurlah minggu kemarin proposal skiripsiku sudah di-acc oleh dosen! Banzai! Tinggal nunggu pengumuman pembagian dosen pembimbing, sesudah itu welcome skripsi! Minggu lalu juga tes TOEFL sudah lewat, ceritanya ikut tes TOEFL itu syarat mutlak untuk bisa mengikuti skripsi. Semoga aja nilaiku naik ya dibandingin dari waktu pertama kali masuk sastra. Ngarepnya sih bisa dapet nilai di atas 570, entahlah bisa kesampean ato nggak. Semoga aja dapet ya, hehehe. Trus apalagi ya yang sudah terjadi minggu ini? Ah ya, proposal DKV 3-ku sudah dikumpul. Sungguh, bener-bener melegakan dah, sudah nggak lagi dipusingkan dan ditekan oleh kenyataan bahwa proposalnya belum jadi. Asistensinya cuma dua kali, dan aku inget banget dosennya bilang aku males, hahaha. Dia juga nanya, "Kamu itu kerjaannya ngapain aja sih? Kerja? Kuliah?"
Trus aku jawab, "Iya, saya ambil KP semester ini, Pak. Trus, iya, saya juga kuliah. Tugasnya lagi banyak banget."
Si Bapak dosen geleng-geleng kepala. Aku memang gak sebutin aku kuliah dua sama dia, buat apa? Ntar ujung-ujungnya dibilang sombong atau apa, males dah. Kenyataannya memang tugasnya lagi banyak banget kan, memang gak bohong. Sempet saking putus asanya, pernah nulis status/nge-tweet gini: 'Entah gimana nanti caraku bisa nyelesaiin semua proposal dan laporan ini nanti. Hanya Tuhan yang tahu.'
Lalu.....
AH! Selama tiga hari kemarin, dari tanggal 14-16 November 2011, secara tidak diduga aku disuruh mewakili kampus untuk mengikuti 7th APEC Future Education Forum & 9th International ALCoB Conference. Awalnya, jujur aja nih, rada-rada males ikut itu. Tapi aku pikir, apa salahnya sih sekali-sekali mau ikut? Juga acaranya di Grand Bali Beach Sanur, gak jauh-jauh amat dari rumah. Akhirnya hari Senin tanggal 14 itu, hari yang hectic sekali, aku musti ke kampus dulu nyari Pembantu Dekan 3 untuk mengurus surat keterangan ikut organisasi. Janjian sama dosennya jam sembilan, sedangkan acaranya jam setengah sepuluh sudah mulai. Setelah selesai halo-halo Bandung di telepon, minta tolong ama Bapaknya, akhirnya suratnya tinggal dibuat dan aku bisa langsung pergi ke Grand Bali Beach.
Di Bali Beach untung bisa langsung ketemu tempat konfrensinya. Aku mewakili ISI Denpasar bareng empat orang junior dari FSRD dan FSP. Dua anak DKV, satu anak Pedalangan, dan satu anak Tari. Mereka orang yang sangat menyenangkan, jadinya gampang bisa akrab :D
Para official yang mengurus acaranya banyak banget orang dai luar. Sepertinya paling banyak orang Korea. Waktu aku ngurus registrasi, si mbak penerima tamunya keceplosan ngomong sesuatu yang biasa aku denger kalo lagi nonton DVD film-film Korea. Emangnya aku gak ada muka Indonesia gitu ya, sampe diajak ngomong bahasa Korea? *mulai GR*
Di Rama Sita Room waktu itu sudah rame banget, penuh anak-anak, mulai dari bocah seumuran TK sampe anak-anak SMA, dan orang-orang dewasa dengan pakaian perlente. Aku dan keempat temanku duduk di meja agak di belakang bersama lima orang bocah-bocah. Bocah-bocah yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Kusangka mereka dari sekolah internasional di Jakarta. Salah satu dari bocah-bocah itu, yan laki-laki dan memakai name tag terbalik (kebaca WANRE), berbisik pelan-pelan, "Do you like strawberry?"
Aku lupa bahwa aku sedang berhadapan dengan anak kecil polos yang tidak mungkin punya rencana licik di balik setiap pertanyaan, aku malah memakai pola pikir yang biasa kupakai saat berhadapan dengan orang-orang asing yang baru kukenal: curiga sekaligus waspada. Sebelum menjawab pertanyaannya, aku membuat analisa sendiri di dalam hati sampai akhirnya kuputuskan untuk menjawab, "Not really. Why?"
Tampangnya menyiratkan arti semacam 'oh-geez-I-shouldn't-have-asked' dan aku mulai merasa menyesal karena sesungguhnya aku suka strawberry. Tapi tak lama kemudian, dia berbisik lagi sambil mengulurkan tangannya padaku, "For you."
Yang ada di atas telapak tangannya adalah sebutir permen jeli warna merah, yang bisa dengan segera kuketahui berasa strawberry. Aku tersenyum, menerima permen pemberiannya. Itu permen ricola, ngomong-ngomong. "Thank you."
Dia menoleh ke sampingnya, pada temannya, sambil tertawa senang. Bukankah itu manis sekali?
Tentu saja setelah itu kami mengobrol sedikit. Dia membuat beberapa gambar, gambar wajahku dan keempat temanku, di kertas yang disiapkan pihak hotel. Sambil tertawa-tawa, aku bertanya asalnya dari mana. Dijawabnya santai, "Malaysia."
Sisanya, kami menonton opening speech dari beberapa petinggi dan menteri pendidikan. Lalu ada tari-tarian Bali dan Korea. Sesudah itu ditutup makan siang.
Benar sekali, makan siang. Gratis. *gini dah, jiwa gratisan banget*
Hari kedua lebih seru lagi karena para mahasiswa dikumpulkan jadi satu dalam sebuah ruangan, di sana kami mengadakan semacam presentasi budaya khas daerah. Dari ISI Denpasar mempresentasikan gambar ornamen Bali dan Pementasan Wayang Kulit mini. Mahasiswa dari Vietnam mempresentasikan teh lotus dan semacam kue khas dari negara mereka yang namanya Com. Jajannya sih enak, dibuat dari semacam adonan tepung yang diberi warna hijau oleh dedaunan apa-gitu berisi kacang hijau. Yang tidak bisa kunikmati adalah teh lotusnya. Alamak, ampun dah, rasanya pahit. Pahit banget dan gak enak. Rasa pahitnya naik sampai ke ubun-ubun dah, sisanya tersangkut di tenggorokan. Untunglah mereka membawa semacam manisan yang isinya biji lotus. Itu membuat tehnya terasa 1% lebih baik. Aku ketika itu berpikir aku sangat membutuhkan gula. Mahasiswa Korea mengajak kami membuat semacam street food khas negara mereka yang namanya Heddok. Itu semacam pancake mini yang berasa cinnamon. Nah, kalo Heddok ini baru bisa dinikmati! Mahasiswa Indonesia yang lain, dari Saraswati, mempresentasikan masakan khas Bali dan cara membuat tipat. Terakhir, seorang mahasiswa dari Rusia bernama Maksim, mengajak kami untuk menarikan semacam tarian rakyat, folks dance begitu. Acara hari itu ditutup dengan foto-foto (teteup) dan makan siang. Lagi-lagi gratis. Tanggal 15 November itu membahagiakan sekali, asalkan stres soal laporannya tidak dihitung.
Hari terakhir hanyalah upacara penutupan. Tidak ada yang begitu spesial hari itu, biasalah, hanya pidato-pidato kecil. 
Tapi overall untuk acara ini, menyenangkan sekali bisa iikut berpartisipasi! Kapan lagi bisa ikut acara macam begini, ini kan bisa dibilang berskala internasional. Aku juga dapet ngobrol-ngobrol sama mahasiswa-mahasiswa luar. Bisa tahu seperti apa sih konferensi-konfrensi internasional. Gak ada ruginya dah aku dispensasi selama tiga hari di kampus dan tidak bisa ikut UTS DKV 3. Sungguh mengasyikkan! :D

Sekarang, setelah kedua proposal itu tidak perlu dirisaukan lagi, yang tersisa adalah laporan PKL. Dan minggu depan sudah harus dikumpul. Jumat depan tepatnya, lima hari lagi.

Mestinya yang kulakukan sekarang adalah membuat bab 3 yang isinya implementasi, tapi entah mengapa yang kulakukan adalah menulis di blog :p

jangan ditiru, kawan-kawan!

2 comments:

  1. you literally made me jealous >.<
    tapi untuk bagian datang ke konferensi internasional, ketemu cute boy dan nyobain Hodduk (bukan Heddok =P)

    ReplyDelete
  2. Sasmith: wkwkwk, si Nana (cewek Korea) spellingnya gitu sih, dia bilangnya Heddok. aku kan gak tau, males memastikan lagi di gugel, :p

    asik Sasmith, bagian makan2nya terutama. kecuali nyobaik teh lotusnya aja, hadeh sumpah pait banget itu X|

    ReplyDelete