every word, every move, every expression has its own meaning. here I'm noting it.

Wednesday, November 30, 2011

sesak

wangimu kucium samar di balik dahaga yang menyesak
perih,
betapa perih yang mengikis ini begitu sakit.


seuntai rindu membingkai suratku,
tiada kutahu terbang ke mana,
sampaikah?
atau justru membelesak lenyap di telan samudra?


sungguh,
seutuhnya melankolia ini bukan ada karenamu,
hanya saja setitik napasmu mengusik relungku yang tersembunyi


derai-derai kalimatku takkan bermakna lagi
tidak,
sejak kuketahui bahwa seberkas tatapmu mampu membelokkan arti senyuman.


perih.


kau tahu?


aku bahkan tidak mengerti.


mengapa harus diam?
mengapa harus tersembunyi?
mengapa harus ada?


ketidakjelasan yang ada ini mengembara,
meluas,
menyerap harap


sesak.








© Erinda Moniaga, 2011
November 30 2011
7.57 pm





1 comment:

  1. sesak itu ada
    ada itu roda dan relnya
    namun pelan itu juga ada
    ada itu roda dan relnya
    dan pelan itu bisa saja jadi penawar
    panas itu juga ada
    adanya itu pada jalurnya
    dan roda, rel dan jalur itu adalah "waktu"

    ReplyDelete