every word, every move, every expression has its own meaning. here I'm noting it.

Sunday, December 4, 2011

Half of the One

Selamat hari Minggu sodara-sodara sekalian!
Minggu pagi ini mendung dan sedikit hujan di Denpasar, tapi begitu jarum jam bergeser ke angka yang lebih besar, seperti biasanya sinar matahari tetap cerah ceria super bersemangat :)
Baiklah, aku di sini masih batuk-batuk gak jelas, gak tahu deh ini kapan sembuhnya -_- padahal obat yang dikasih sama dokter sudah habis.
(Sebenernya aku lagi berpikir  mau pake kosa kata resmi atau berantakan di postingan ini)

Baiklah, mumpung ini hari Minggu. mari kita memakai gaya bahasa berantakan campur sari.

Sekarang aku mau ngomongin apa sih?
Oke, sebenernya aku gak tau mau ngomongin apa, seperti biasa...
I just feel like I wanna write something yet I don't know what about.
Or actually, I wanna talk to somebody yet there's no one to talk to.
Or more precisely, it might be I'm just... in a deep confusion.
Ah, yang terakhir itu enggak. I'm not in a big confusion.
Cuma pengen ngobrol aja kali yah, tapi gak tau apa dan siapa yang harus diajak bicara.

Di blog ini tulisan-tulisan yang berlabel cuap-cuap penulis biasanya sangat membosankan untuk dibaca, jika dibandingkan dengan tulisan yang berlabel short story atau super short story. Belakangan ini gak ada postingan cerita baru ya. Ada sih ide mau menulis sesuatu, tapi idenya masih terbatas di dimensi waktu, which means I don't have time to start to write it. Ada waktu, tapi tulisan yang jadi itu kacau sekali. Berantakan. Gak ada feeling-nya. Feeling-nya gak nyampe, dan itu bagian yang paling menyebalkan kalo menulis sesuatu tapi feeling-nya gak nyampe. Cerita berikutnya ini maunya sih bertemakan fantasi. Well, fantasy romance, might be, but with no vampires. Puhlease, cerita-cerita tentang vampir jadi segitu manis dan lembut, imej vampir sudah tidak lagi semengerikan biasanya. They look more... like human, not vampire anymore. And I'm sick with those kinda stories, terlalu banyak bagian romance-nya sampe bagian action-nya kerasa garing.
Paling gak kayak Harry Potter dong, ada bagian romance, tapi action-nya juga bagus. Gak garing kek di pelem.... you-know-what-vampire-movie-I-mean.
Jadi, ceritanya bertemakan fantasi. Enough said. Apa dan bagaimana ceritanya, nanti saja sekalian di posting sama ceritanya. Yang pasti, akan selalu ada destined-soulmate di ceritaku. Kenapa begitu? Entahlah, I've grown up in believing that each of us have our own destined-soulmate, only one. Do you see that pattern in my writings?
Eh, tapi kalo di cerita-cerita yang pendek, mungkin gak terlalu keliatan ya. Kalo di tulisanku yang panjang aka novel, baru mungkin terlihat. Well, kalo belum pun, di ceritaku berikutnya pattern-nya akan begitu.

Buat beberapa orang, konsep 'hanya satu untuk selamanya' itu mungkin terdengar aneh ya? Pasti semacam, lucu sekali betapa pilihan kita begitu terbatas hanya pada satu orang! Memangnya kita tidak punya hak untuk memilih apa?! Kita pasti punya pilihan sendiri, kok enak banget dari awal sudah memutuskan yang itu?
Dan di semestaku, justru yang ditentukan dari awal hanya satu oleh Tuhan Allah Bapa di sorga itu justru yang terbaik! Hanya satu pasangan yang sepadan, saling melengkapi. Seperti kata orang-orang, kayak kepingan puzzle yang hilang gitu deh, yang pas masuk melengkapi bagian yang kosong. 
Atau kalo menurut deskripsiku di cerita Moonlight, seperti dua ujung kutub magnet berbeda, yang akan selalu tarik-menarik, seberapa jauhpun jarak yang memisahkan.
*tsaaahhhh* *mulai*

Kadang-kadang memang terdengar konyol ya membicarakan masalah ini (masalah ce-i-en-te-a, kalo kata penyanyi-sapalah-itu-namanya), tapi you know, love is the center of everything. Esensi kehidupan. Mana ada kehidupan kalo gak ada cinta, ya ndak?

Mencari satu yang hilang entah di mana itu... menegangkan.
Seringnya membuat bertanya-tanya.
Terkadang mengesalkan.
Yah, bisa juga suka merasa letih.
Letih menunggu.
Atau letih mencari.

Suka serba salah deh, antara mencari atau menunggu.

Tapi...
Seperti kataku di cerita Moonlight, mungkin istilah yang bener itu... saling menemukan.
Alangkah indahnya kalau begitu kan?

Sama-sama saling menemukan.

Lucky you who have already found your 'half'. 

Half-of-the-one.

One of my friend said I gotta wait for the best one who yet to come. Biasanya yang terbaik selalu datang belakangan. Atau kalau istilah di komik mana itu... pangeran memang selalu datang terlambat, lol.


Dan....
sepertinya pembicaraan sore ini pun sama tidak jelasnya selayaknya biasanya.
Karena begitu tidak jelas, aku mengambil judul posting hari ini secara random dari kata-kata yang muncul. Pilihan jatuh pada "Half of the One"
Jangan tanya kenapa aku pilih yang itu, pokoknya yang itu!


Jadi tunggu aja ceritaku yang berikutnya yang berbau fantasi!

Adios amigooos!



yours truly,
*lol*


Erinda Moniaga


December 4 2011



2 comments:

  1. fiuuh ternyata comment semalam tak terkirim...ggrrr :(
    woow, tulisanmu panjang ^^, belum sempat baca semua tulisan tulisan di blog mu ini, tapi aku suka template desain blogmu cute & fresh banget.... tetap menulis terus yaaw :)

    ReplyDelete
  2. okeeeh mbak,
    ditunggu komentar untuk tulisan2ku yaaah
    thank so much :D

    ReplyDelete